Ajal Tukang Bubur

Ajal Tukang Bubur

ziarah makam ayah ibu

Perjalanan waktuku.
Berawal lambat kemudian berjalan semakin cepat. Berakselerasi penuh menuju titik tak hingga.
Ketika waktu terasa semakin sempit mencekik ruang gerakku.
Ya.Aku telah terlarut diburu dengan waktu.
Waktu untuk mempersiapkan daganganku.
Memilih berasku, menyortir daging ayamku, telorku, menyapa pelangganku.
Sekaligus mengumpulkan lembar-lembar biru, merah kesukaanku.
Aku diburu waktu mengantar sekolah anak-anakku, menjemput istriku..
Aku diburu waktu untuk menyelesaikan seluruh persoalanku.
Aku diburu waktu bahkan untuk tidurku.
Dan kiranya waktu cukup pintar menipuku untuk terhisap penuh dalam kesibukan duniaku.
Dan waktu telah menjepit ruang ibadahku.
Imanku.

And what’s the hell is goin’ on ….
Ubanku muncul seperti cendawan di musim hujan.
Banyak dan semakin tak terhitung.
Enough …

Oh.Tuhanku. Rabb-ku. Ampuni aku.
Aku lupa akan isyarat tetapan umurku.
Aku lupa bahwa sesuai isyarat-Mu bahwa tak lebih dari 2 tahun lagi aku Insya Allah akan mati dan tertunduk dihadapan-Mu.
Ya. Aku telah melupakan tujuan hidupku.
Aku lupa keagungan Dzat-Mu.

Bahwa Dzat-Mu adalah seumpama cahaya, yang berlapis-lapis cahaya yang didalamnya ada pelita. Dan pelita itu diterangi oleh nyala minyak zaitun, yang tidak ada di timur dan tidak ada di barat. Yang tanpa dinyalakan terangnya akan telah menyilaukan alam semesta.
Aku lupa bahwa ketika Musa ingin melihat Engkau. Lalu Engkau mengatakan bahwa Ia ( Musa ) tidak akan sanggup melihat Engkau.
Dan Engkau perlihatkan Dzat-Mu kepada gunung. Lalu gunung itu hancur lebur dan musnah. Dan tanpa melihat Dzat-Mu pun Musa telah pingsan.
Aku lupa bahwa jika Engkau berkehendak, maka Engkau hanya berkata Qun Fa Ya Qun.
Dan aku lupa bahwa Engkau mengetahui setiap helai daun yang jatuh di permukaan bumi, apa yang basah dan apa yang kering dan mengetahui setiap getaran serta warna niat dalam hati hamba-hamba-Mu.

Ya Rabb-ku. Ketika Thomas Young, William Herschel, Hermann von Helmholtz, James Clerk Maxwell, and Albert Einstein berkutat dengan kerumitan formula fenomena relativitas massa dan waktu yang sedemikian teratur. Very well calculated.
Ciptaanmu yang Maha Perfectionist.Sempurna. Dan menyadarkanku bahwa Engkau Maha Halus dan Sempurna. Melebihi segala dzat ciptaan-Mu. Cahaya, fussion ,fission nuklir. Sehingga setiap getaran medan elektromagnet niat baik dan burukku akan terlingkupi dan terpapar oleh Maha Medan Elektromagnet Super Zuper Zuper elektro-magnetik Nuklir-Mu.

Tak kusadari beberapa lama ini sholatku bahkan seperti pokok pisang roboh dan berdiri, Tanpa makna dan bekas dalam jiwaku.
Tak kusadari bahwa egoku melebihi gunung terbesar di kedalaman laut hitam pekat.
Tak kusadari bahwa amarahku sering meledak-ledak bahkan melebihi tingkat amarah dan arogansi Fir’aun yang telah Engkau binasakan.
Tak kusadari bahwa kemunafikanku bertambah tambah dengan berkata manis di mulutku padahal jiwaku busuk. Berbuat baik di depan manusia lain padahal dib belakang perbuatanku mungkin sangat jahat.
Dan tak kusadari derajatku hanyalah seorang Tukang Bubur.
Yang sudah dekat dengan ajal.
Yang seharusnya mengumpulkan amal dan bekal.
Dan tak kusadari bahwa setiap saat Dzat Mu adalah seumpama Super Zuper Zuper Medan Elektromagnetik Nuklir.
Yang setiap saat mengawasiku gerakan terkecil dari jiwa dan jasadku.

Ya Rabb-ku.
Ijinkan hari ini aku berjanji.
Untuk meluruskan kembali perjalananku.
Menjemput titik nadir infinite time.
Di ufuk cakrawala Hari Pembalasan-Mu.

Dan biarlah kiranya tulisan ini menjadi catatan orang terdekatku,kerabatku, saudaraku dan handai taulan.
sekaligus sebagai pengingat yang keras untuk jiwaku.
Bahwa takdirku adalah benar.
Ijinkanlah aku mulai dengan menghitung mundur dari sekarang.
Bahwa kurang lebih 365 x2 = 730 hari lagi, aku akan menghadap Keagungan Dzat-Mu.
Dan jika Engkau mengijinkan, aku akan bertemu orang2 yang aku cintai, almarhum Ayah dan Ibuku.

Insya Allah.

superbubur.com

Author Description

superbubur

No comments yet.

Join the Conversation


*