Wanita Pengusaha Malaysia berhasil Untuk Membangun Sebuah Imperium Bisnis Hanya Bermodal Instagram

wanita sukses malaysia

Vivy Yusof (28), adalah role model perempuan sempurna Malaysia. Pintar, belia, dan stylish. Dikaruniai dengan 2 anak, dan kini ia juga merupakan salah satu dari internet selebritis Malaysia. Dengan mempergunakan media sosial Instagram yang memiliki cukup banyak followers ( 700 k + 400 k + 500 k ), ia berhasil mendirikan dan menjalankan sebuah langkah sukses yang berhasil mengguncang shopping scene di Asia Tenggara. Bukan sekelas @rujakcirengbean pastinya 🙂

Dia dan suaminya, Fadzarudin Anuar, membuka usaha Online Shopping yaitu Fashion Valet (FV) di tahun 2010. Yang mencakup konten fashion, lokal e-commerce, serta designer kelas atas yang mendekatkan ke konsumen langsung. Namun sepulangnya studi di London, Vivy dan suaminya merasa sangat kecewa dengan pengalaman belanja materi jualan online-nya. Berbelanja dari toko yang satu ke toko yang lain mereka rasakan sangatlah menguras effort karena tingkat kemacetan lalu lintas yang sangat tinggi serta faktor cuaca seperti hujan deras dan lain lain. Hal semacam itu cukup membuat keraguan membuka online shoppingnya di Malaysia.

Kemudian Vivy mendatangi para designer langsung untuk membuat pakaian siap pakai. “Mereka awalnya ragu-ragu, namun saya mendorong mereka untuk mencoba. Memang pada dasarnya, “Ready To Wear” tidak terlalu lazim di kalangan para designer di tahun 2010,” kata Vivy. Dari modal pokok MYR100,000 (atau sekitar Rp315.000.000), hanya dengan 10 orang designer dan 20 orang staff, FV berkembang menjadi 500 brand dan ratusan staff dalam jangka waktu 6 tahun, dan berhasil membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Singapura, bahkan Jakarta.

Semuanya tidak berjalan dengan mudah.

Kesuksesan Vivy berawal dari blog pribadinya, hingga menghasilkan ratusan ribu pengikut dan juga sekaligus sebagai client Vivy di akun sosial medianya. “Awalnya, mereka hanya sekedar pengikut. Dan mungkin, mereka juga yang mendukungku dari awal,” tambahnya. Dibantu dengan para pembaca setia blog-nya sejak 2008, katanya, ini bisa menjadi keunggulan terhadap pesaing-pesaing mereka.

Setelah 2 tahun menjalankan bisnis, Vivy merasa sangat senang. Namun, pesaing besar mulai bermunculan di Malaysia dan membuatnya merasa khawatir. “Ketika para pesaing mulai bermunculan, saya mulai berpikir mungkin ini adalah akhir dari karir kami karena mereka jauh lebih besar dibanding FV,” jelasnya.

Salah satu kesalahan paling berkesan yang mereka lakukan sebagai perusahaan muda dalam menghadapi persaingan adalah mereka pernah membiarkan semua orang untuk menjual produk via FV online. “Standar kami ahirnya menjadi turun, tidak jelas dan kami kehilangan brand kami, dan saya mulai merasa sedikit kebingungan.”

Sehabis mengambil langkah yang salah, akhirnya Vivy dan Fadzarudin kembali lagi ke awal. Hanya menjual produk mereka sendiri. Dan mulai mempererat kembali hubungan ke designer lokal, serta berinteraksi langsung dengan pelanggan yang sebagian besar adalah pengikutnya di media sosial.

Trending Era.

Vivy sendiri lah yang akhirnya melakukan Public Relation dan promosi. Dia kurang percaya dengan tawaran orang lain yang menyarankan untuk mengiklankan produknya yang mana akan memakan budget yang cukup banyak. “Satu-satunya orang yang tahu betul brand ini adalah saya. Akhirnya saya banyak melakukan promosi dari blog dan Instagram. Dan dari situlah sisi kreatifitas saya muncul,” kata Vivy.

Menurutnya, sosial media ialah media yang paling ampuh. Kliennya kebanyakan seorang wanita berusia 20-40, yang menghabiskan waktunya di sosial media. Berinteraksi langsung dengan konsumer membuka wawasan Vivy tentang apa yang sebetulnya mereka inginkan. “Hal ini mendorong kita untuk menyiapkan stock baru setiap harinya karena orang-orang lebih cepat bosan. Peluncuran besar minggu ini pasti akan dilupakan di minggu berikutnya,” tambahnya. “Industri ini bergerak sangat cepat, jadi kami harus terus-menerus memunculkan sesuatu yang baru. Konsumer itu pintar, mereka membaca, lalu membandingkan.”

Vivy juga mempunyai acara TV sendiri yaitu Love, Vivy yang menayangkan kehidupan sehari-harinya. Ia mengakui bahwa acaranya itu membantu Vivy mempromosikan brand-nya bukan hanya di Malaysia saja, tetapi juga di negara-negara tetangga.

Online to Offline.

wanita sukses malaysia

Khalayak mungkin sudah banyak mendengar perusahaan baru yang membuka toko online mereka, tetapi Fashion Valet malah melakukan sebaliknya berdasarkan permintaan pelanggan. Toko utama FV sendiri berlokasi di Kuala Lumpur, dan di Orchard Road, Singapura. Dikabarkan akan membuka cabang baru bulan Oktober ini.

Dari sini, Vivy menginovasi brand-nya dengan memanfaatkan perkembangan hijab di kalangan wanita. Vivy menciptakan brand muslimah urban lifestyle bernama dUck, yang mana menjual aneka hijab dan items lainnya. Nama dUck sendiri berasal dari blog Vivy dan mempunyai toko sendiri di salah satu mall megah di Malaysia. Ide ini datang setelah Vivy mengenakan hijab dan merasa begitu sulit untuk menemukan toko yang menjual hijab dengan berbagai macam warna. “Saya menginginkan toko yang selalu tersedia barangnya, Itu harapannya.”

dUck memang sering kehabisan stock dalam warna hijab tertentu, dan ini yang membuat Vivy merasa kecewa. “Menurutku, sold out itu bukanlah hal yang bagus. Artinya, kita bisa menjual lebih, tapi tidak ada persediaan,” tambahnya. Keberhasilan dUck itu suatu hal yang tidak terduga. Dengan stock terbatas yang hanya keluar setiap bulannya, dUck bisa menjadi pandangan umum di masyarakat.

wanita sukses malaysia

Where To Next?

Mengikuti perkembangan investasi dari perusahaan-perusahaan online besar di Malaysia, MY EG dan Silicon Valley’s Elixir Capital, perusahaan e-commerce Jepang, Zozotown akhirnya mengajak untuk bekerjasama.

Vivy menginginkan kolaborasi dengan designer dan selebriti papan atas untuk memperluas brand hingga ke Thailand.

Vivy mengaku tidak sabar, tetapi harus menunggu karena tahun ini, teknologi FV sedang ditingkatkan. Dalam beberapa bulan selanjutnya, mereka bertujuan untuk melokalisasi situs web mereka berdasarkan masing-masing negara. Dan juga mereka menghadirkan aplikasi mobile phone untuk situs web resminya www.fashionvalet.com. Sampai saat ini, pelanggannya masih setia untuk membeli produk-produk FV.

There are 1 comments. Add yours

  1. 30th September 2016 | Diponegoro says: Reply
    well Inspired ...

Join the Conversation


*