Aku adalah Tukang Buburmu

Perkenalkanlah aku. Aku punya nama. Tapi kamu boleh sebut namaku X atau Y ataupun Z. Kamu mungkin tak mengenalku. Namun takdir Tuhan mengharuskan aku ada untuk selalu merindukanmu. Agak lucu rasanya, namun seperti itulah keadaanku.

Ya, Aku hanyalah seorang tukang bubur. Tukang bubur ayam-mu, tepatnya.

Tahukah kamu jika pada setiap menjelang akhir kegelapan malam, ketika kamu paling larut dalam buaian mimpimu, aku sudah terbangun untukmu. Kuusir rasa kantuk dan malasku mengingat besarnya harapanku untuk esok bertemu denganmu. Sungguh, dengan ketulusan hati aku ingin mempersembahkan apa yang terbaik yang bisa kuberikan untukmu saat engkau terbangun esok pagi.

Bulir beras termontok untuk kalangan raja-raja. Ayam yang paling gemuk, bahenol dan cantik yang pernah dijual di pasar, serta rangkaian bumbu terbaik rahasia nenek moyang sebelas keturunan. Kupersembahkan hanya untukmu saja.

Sepintas aku mengerling kepada mesin pengaduk buburku, mesin suwir ayam dan mesin cakweku. Seringkali kuajak berbincang tentangmu. Kubisikkan bahwa aku sangat merindukanmu. Ya, Lebay. Aku curhat kepada mesin-mesin itu. Dan aku sangat mengandalkan mereka karena aku ingin memberikan sajian yang paling bergizi dan paling steril yang bisa kulakukan. Terlebih aku tak mungkin menggunakan tangan kotorku ini untuk mencabik-cabik daging ayam untuk hidanganmu. Dan ketika mesin-mesinku bergerak sempurna dengan harmoni yang elegant , bagaikan symponi Mozart flute Concerto no. 2 dalam D major k. 314 , dan dengan secara ajaib mereka menyelesaikan secara sempurna persembahanku, maka kuanggap merekapun mengerti aku dan mendukungku.

Kusyukuri takdirku untuk menjadi tukang buburmu. Kusyukuri terlahirnya aku ke dunia ini. Kusyukuri segala nikmat dan berkah.

Tak meminta aku menjadi tukang buburmu. Bahkan aku tak pernah meminta aku lahir ke dunia. Namun aku hanya seorang hamba Tuhan. Tuhan yang menciptakan sesuatu hanya dengan “ Be, and it is “. Qun fa ya Qun. Seperti pembalikan teorema nuklir Einstein E=mc2. Maka m=E/c2. Yang tak ada samasekali di dalam formula buburku.

Jika aku boleh memilih, mungkin aku ingin terlahir sebagai seorang raja ataupun seorang malaikat. Atau bahkan seekor burung. Tapi Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik untukku. Dan kini, seiring rentangan usia yang telah kujalani,sampai ubanku pun mulai tumbuh, ternyata aku telah terlahir ke dunia ini untuk menjadi tukang buburmu.

Aku selalu menunggu kedatanganmu untuk menikmati persembahan terbaikku. Dan ketika kamu sering berkunjung ke tempatku, berbungalah hatiku bagaikan rangkaian pertunjukan kembang api terbesar di Dubai. Atau minimal seperti berbunganya hati seorang pegawai rendahan menjelang tanggal muda.

Namun ketika kamu jarang datang dan kulihat sisa buburku masih menumpuk, ah, berarti aku telah menyia-nyiakan jerih payah petani beras, peternak ayam, peternak sayur, bumbu dan para pekerja keras lainnya. Dan kalau saja mereka tahu, kurasa tak segan-segan mereka akan merangsekku dengan pacul, sekop, parang, traktor, caping dan apapun yang dapat mereka jadikan senjata untuk membunuhku. Tapi kurasa mereka tak kuasa melakukan itu selain ikut terduduk lemas dan pasti menitikkan air mata, tak jauh seperti aku.

Dan dibalik sedikit celah kaca gerobak, atau di kejauhan aku seringkali berlinang air mata ketika melihat wajahmu berbinar menikmati persembahanku. Sungguh, demi Tuhan penguasa langit, bumi dan seluruh alam, kuakui aku begitu bahagia.

Aku adalah tukang buburmu. Tepatnya tukang bubur ayammu. Bubur Ayam Paling Enak di Makassar .

Dan ijinkanlah aku untuk selalu mencintaimu, Pelangganku.

There are 4 comments. Add yours

  1. 7th November 2015 | someone says: Reply
    Menyentuh Bro
  2. 7th February 2016 | seputar kuliner says: Reply
    wah sangat bermanfaat!
  3. 16th March 2016 | eka says: Reply
    Like...like...like.. Bagaikan membaca novel
  4. 17th March 2016 | superbubur says: Reply
    Terimakasih banyak , Mbak Eka

Join the Conversation


*